95 Anak Menerima Sakramen Ekaristi

June 8, 2026
95 Anak Menerima Sakramen Ekaristi

Palembang – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus memberikan makna bahwa  Yesus memberikan hatinya kepada kita dalam Komuni Kudus.  Dalam Misa Kudus, Tuhan berbicara kepada kita melalui Sabdanya, melalui Kitab Suci dan kita mendengar ajaran dari surga untuk memberitahu bagaimana menjalani hidup kudus di bumi ini. Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan darah Kristus sebanyah 95 anak menerima Sakramen Ekaristi/Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 7 Juni 2026  pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo didampingi RD. Stefanus Surawan.

Dalam homilinya Romo Gono mengingatkan, Sakramen Ekaristi adalah Tubuh dan Darah Kristus sendiri yang Maha Kudus. Tubuh Yesus sendiri yang nanti akan anda terima akan mengalir dalam diri anda dan dalam darah  Yesus  merasuki diri anda. Maka dalam menerima Komuni Kudus, anda disiapkan dengan baik, menghayati, hadir dalam Ekaristi dengan baik.  Ketika mengikuti Ekaristi, anda tidak boleh terlambat, harus berpakaian yang pantas dan layak. Sepanjang Ekaristi,  tidak boleh ribut, tidak boleh main HP dan tidak boleh keluar masuk Gereja, karena yang kita rayakan adalah Yesus sendiri yang hadir. Yesus sendiri yang merayakan perjamuan dan mengundang anda, maka dalam penghayatan Ekaristi, kita harus memberikan penghormatan yang total dan tidak ada tawar-menawar. 

Perayaan Ekaristi terbagi menjadi empat bagian, yang pertama adalah pembukaan, mulai dari lagu pembuka, sampai dengan doa pembuka, anda sudah hadir. Yang kedua adalah liturgi sabda, kita mendengarkan sabda Allah, bacaan pertama, kedua, Injil dan kotbah dan anda juga wajib hadir tidak boleh keluar karena telah meninggalkan sabda Yesus. Yang ketiga adalah bagian Ekaristi, ritud Ekaristi, disitulah kita mulai persembahan dari doa syukur Agung, sampai dengan doa Bapa Kami dan menyambut komuni. Bagian yang keempat adalah ritus penutup, doa setelah komuni, lalu ada pengumuman, ada berkat. Bagian terakhir dalam Ekaristi, anda siap untuk diutus. Maka  keempat bagian ini harus dihayati, harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, anda siap untuk diutus. Orang yang menerima berkat, siap untuk diutus sedangkan orang yang tidak menerima berkat, berarti dia tidak siap diutus. Hanya menerima komuni, tetapi dia tidak siap diutus karena dia sudah meninggalkan Gereja sebelum berkat. 

Perayaan Ekaristi, bukan ritual keagamaan tetapi Ekaristi menjadi bagian penting dalam kehidupan, diri  dan jiwa kita, agar jiwa kita tidak haus, tetapi kita memperoleh kelegaan. Penting bagi kita memberi penghormatan yang baik kepada Ekaristi. Bagi kita yang percaya pada kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Maha Kudus, janganlah kita menganggap datang untuk misa sebagai kewajiban, tetapi datang karena Ekaristi menjadi kebutuhan, semoga kita juga memiliki kasih dan penghormatan yang sebesar-besarnya kepada Yesus yang datang kepada kita dalam Sakramen Maha Kudus.  Di depan Tabernakel, kita hendaklah memberi penghormatan yang baik kepada Sakramen Maha Kudus.  Semoga anak-anak yang akan menerima Sakramen Ekaristi/Komuni Kudus pada hari ini, juga sungguh menghayati iman dengan sebaik-baiknya. Orang yang sudah menerima Komuni Kudus juga harus mau melayani Altar, bagi anak-anak setelah menerima Komuni Kudus, anda wajib untuk menjadi pelayan altar, putera-puteri altar/misdinar.

Upacara penerimaan Komuni Pertama dilayani oleh RD. Hyginus Gono Pratowo dan RD. Stefanus Surawan didampingi oleh Prodiakon dengan menerima hosti dua rupa (Tubuh dan Darah Kristus). Calon Komuni Pertama maju kedepan ditemani orang tua/wali, kemudian Romo Gono/Romo Surwan mencelupkan hosti kedalam anggur sambil menunjukkan hosti kepada calon komuni pertama dan mengucapkan kalimat : “ Tubuh dan Darah Kristus “ yang dijawab “ Amin “ setelah itu hosti diberikan di atas lidah calon Komuni Pertama.

Salah satu anggota Seksi Persiapan Komuni Pertama, Victorianus  Supriyantoro menjelaskan,  sebelum penerimaan komuni pertama diawali dengan  pertemuan perdana dengan orang tua tanggal 11 Januari 2026 dan kegiatan belajar mulai 18 Januari sampai 31 Mei 2026. Kemudian ujian lisan (teori), ujian praktek doa, ujian praktek pengakuan dosa, rekoleksi, pengakuan doa dan gladi bersih.

Setelah menerima Sakramen Ekaristi Supriyantoro mengharapkan, semoga anak-anak semakin tumbuh dalam iman dan semakin menghayati Ekaristi serta meneladani kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya. Kemudian anak-anak  mulai mau terlibat dalam pelayanan di Gereja seperti ikut menjadi anaggota Misdinar, kelompok Koor Remaja dan kegiatan Remaka di Paroki. Tak lupa agar orang tua tetap dan terus mendampingi dalam proses bina lanjut (Mistagogi), supaya iman anak tidak terhenti pada penerimaan komuni pertama yang diterimanya, tapi terus berlanjut agar semakin dewasa dalam iman dan penghayatan.

Seusai penerimaan Komuni Pertama anak-anak diajak untuk mengikuti Perayaan Syukur di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang.  Acara diisi dengan pentas seni yang diisi oleh perwakilan kelas A sampai D di tambah Stasi Hilarius,  penampilan adik-adik Misdinar, serta para pengajar dan pendamping.

Leave a Reply


4 + 4 =