Pembekalan Materi Adven 2025

November 27, 2025
Pembekalan Materi Adven 2025

Panitia Natal 2025 Paroki Santo Yoseph Palembang melalui  Seksi Katekese, mengadakan pembekalan materi Adven 2025, Jumat 21 November 2025 pukul 19.00 Wib di Aula Pastoran. Sebanyak 61 peserta mengikuti pembekalan yang terdiri dari : Ketua Lingkungan, Ketua Wilayah, Pemandu Pertemuan Lingkungan dan KBG, dengan pemateri : RD. Petrus Sukino.

Ketua Panitia Natal 2025, Y. Subardan dalam sambutannya menyampaikan rencana kegiatan Natal 2005, salah satunya pembekalan materi Katekese Masa Adven, Perayaan Natal OTSB, pembagian bingkisan anak-anak, bingkisan keluarga pra sejahtera dan bingkisan Natal, Novena Kanak-Kanak Yesus (KKY), Misa Tutup Tahun dan Misa Awal Tahun dan Perayaan Natal Anak-Anak pada  11 Januari 2026, diharapkan semoga semua mendukung agar bisa berjalan dengan lancar.

RD. Petrus Sukino saat memberikan materinya menyoroti mengenai Ardas (arah dasar) Keuskupan Agung Palembang yang ke 4 yaitu : Tahun Devosional, maka tema Natal 2025 berkaitan dengan Devosional, yaitu : ” Berjaga-jagalah dan Berdoalah.” Devosi Gereja sudah ada sejak awal dan bentuknya berupa : kebaktian secara pribadi atau bersama, misalnya : rosario dan lain-lain yang dilakukan  diluar Perayaan Ekaristi. Dalam Devosi  tidak ada panduan yang resmi artinya,  sangat terbuka.

Ada empat kali pertemuan dalam masa Adven 2025 dengan  tema, yaitu : pertemuan pertama (Devosi dan perkembangannya), pertemuan kedua (Devosi dan liturgi), pertemuan ketiga (Devosi, Buah dan bahayanya), pertemuan ke empat (Devosi populer dalam Gereja Katolik).

Harapannya setiap tempat yang ada di Paroki kita masing-masing, bahkan di Lingkungan punya dan ada pertemuan di Dekanat serta pertemuan di tingkat Keuskupan. Semoga katekese dan doa yang dilakukan dalam masa Adven akan semakin memantaskan kita menyambut Perayaan Natal, kelahiran Sang Raja Damai.

Untuk susunan ibadat Katekese Adven seperti biasa : lagu pembukaan, tanda salib, pengantar, menyalakan lilin, doa pembukaan, katekese atau devosi, bacaan Kitab Suci, peneguhan, pertanyaan refleksi pribadi, doa masa Adven, doa Bapa Kami, doa penutup, tanda salib, dan lagu penutup. Sangat jelas Devosi tidak boleh menggantikan Liturgi karena kedudukannya lebih tinggi.

Leave a Reply


7 + 4 =