Sebanyak 700 an OMK hadir dalam Perayaan Orang Muda Sedunia ke 40 di Via Crucis Sukomoro, Sabtu 22 November 2025 yang berasal dari Dekanat Jambi, Dekanat Bengukulu, Dekanat Lubuk Linggau, Dekanat Belitang, Dekanat Palembang, juga perwakilan komunitas, Stasi Mahasiswa Indralaya, PMKRI, KMAC dan UKMC. Acara diisi dengan Ziarah Porta Santa, Perayaan Ekaristi dan Launching KAPal Youth Day 2026 yang rencananya kan dilaksanakan pada bulan Juli di Dekanat 2 Paroki Baturaja Stasi Tegal Arum.
Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono dalam sambutannya mengatakan, kami para Uskup Indonesia baru mengadakan Sidang Agung Gereja dan salah satu pembicara Romo Kolonel Yos yang menginformasikan bahwa di seluruh Indonesia ada 12.000 ribu polisi Katolik, sementara matra Angkatan Laut, TNI dan udara masing-masing ada seribuan, mereka sekolah di sekolah kedinasan. Bukan hanya TNI-Polri yang sekolahnya harus di sekolah kedinasan yang milik pemerintah. Ada banyak puluhan belasan sekolah kedinasan yang bisa dimasuki oleh siapapun orang muda Indonesia termasuk orang Katolik yang pendidikannya gratis selesai pendidikan jadi pegawai.
Saya sangat senang andaikan kalian yang laki-laki mau jadi Romo yang perempuan mau jadi Suster, sekolahnya gratis, rebutlah sekolah-sekolah kedinasan itu supaya kalian menjadi kader muda untuk Republik Indonesia ini di masa depan. Kunci pemegang kebijaksanaan supaya Indonesia ini maju, jangan hanya diserahkan kepada orang lain, sehingga Indonesia ini tidak maju-maju, jangan diserahkan kepada koruptor, kawal dan rebutlah sekolah-sekolah kedinasan itu. Ada begitu banyak pahlawan nasional dari gereja Katolik, generasi senior dulu yang sangat terkenal di dunia politik, di dunia seni budaya dan di dunia olahraga, sekarang kalian yang melanjutkan.
Dalam dunia sosial politik sekali lagi kalian generasi muda harus merebut posisi-posisi kunci pemegang kebijakan publik di negara kita ini, sehingga negara kita cepat maju, jangan serahkan pada koruptor, sehingga tidak maju-maju. Jangan putus sekolah di SD, SMP, SMA atau kuliah supaya kalian jangan menjadi warganegara kelas dua, harus menjadi warganegara yang setara dengan kelompok lain siapapun, kita anak negeri ini bukan anak tiri, kita anak kandung. Maka berpartisipasilah untuk kemajuan bangsa dan negara kita ke depan. Untuk Gereja jelas saya senang sekali kalau anda mau jadi suster, mau jadi pastor, tetapi kalau tidak mau jadi suster dan pastor, ambil bagian dalam ranah sipil untuk membangun negara kita Indonesia ini.
RP. Florentinus Suryanto, SCJ sebagai Ketua HOMS KAPal melaporkan kami merancangnya ada 600 peserta yang hadir, tetapi malam hari ini yang hadir itu terkonfirmasi 706, dari Dekanat Jambi, Dekanat Bengukulu, Dekanat Lubuk Linggau, Dekanat Belitang dan Dekanat Palembang. Juga ada dari perwakilan komunitas, Stasi Mahasiswa Indralaya, PMKRI, KMAC dan UKMC. Sebenarnya acara ini digagas oleh Komisi Kepemudaan tetapi hari ini ada tiga acara ini sekaligus , Ziarah Porta Santa di tahun Yubelium Dekanat Palembang, kemudian Misa Hari Orang Muda Sedunia dan malam ini Launching KAPal Youth Day. Terima kasih atas semua dinamika pasti ada kekurangan Ada keterbatasan menurut saya itu gambaran semangat OMK yang kadang-kadang menyala, kadang-kadang redup dan kadang-kadang mati, tapi semoga dengan kegiatan malam ini, semangat kita selalu menyala.
Ketua Komisi Kepemudaan, RP. Hieronimus Indra Sepriandika, SCJ menjelaskan, hari ini kita merayakan Hari Orang Muda Sedunia ke 40 dan meresmikan Monumen Museum Salib IYD 2023 di Palembang serta secara resmi memulai perjalanan menuju KYD 2026. Tentang Monumen Museum Salib IYD yang tadi diberkati bukan sekedar Salib atau bangunan, ini adalah cerita. Di situ, adalah Keuskupan-Keuskupan di Indonesia, membawa Salib-Salib itu menuju dan ada di Palembang ini. Di sana ada jejak perjalanan OMK seluruh Keuskupan di Indonesia, orang muda dari sana, membawanya keliling kirab dari Paroki ke Paroki di Keuskupan mereka masing-masing. Di sana ada tawa, ada duka, ada panas, ada lelah, ada persahabatan, ada doa dan juga ada bahkan hidup yang diubah dari Salib yang diarak. Maka Gereja Indonesia melalui Komisi Kepemudaan KWI percaya dengan kita bahwa museum itu dijaga disini, maka mereka percaya ini bukan hanya sebuah kehormatan saja, tetapi mandat. Dan kita orang Palembang kami siap menjaga, merawat Salib-Salib itu dan siap melanjutkan misi dari Salin-Salin yang ada di tempat kita.
Kemudian kita akan masuk fase pra KAPal Youth Day, dimulainya peresmian pembukaan rangkaian KYD ini, kita akan memasuki pra KYD, ini bukan hitung mundur seperti tadi saya katakan dalam pembukaan, tetapi ini perjalanan. Kita mau merajut cinta dan cerita bersama rumah kita OMK dalam masa persiapan pra KYD ini. Pra KYD punya tiga, yaitu : persiapan, puncak KYD di Dekanat 2 Paroko Baturaja Stasi Tegal Arum bulan Juli 2026 dan pasca KYD. Dalam persiapan kita nanti membuat banyak hal, terutama katekese pemantapan persiapan dan dalam puncak KYD nanti kita akan selebrasi di sana. Saatnya kita merayakan kebersamaan, merayakan iman dan merayakan perjumpaan, persaudaraan dan persahabatan dengan Orang Muda Muda seluruh Keuskupan.
Dan pasca KYD, maka KYD mesti dibawa dan wujudkan pertumbuhan dan buahnya di dunia nyata, maka harus ada rencana tindak lanjut, harus ada follow up dari apa yang akan kita nanti dalami dalam proses pra dan selebrasi. Lalu nanti dalam katekese pra KBG yang dimulai pada Januari nanti akan dibantu oleh para moderator untuk mendalami 4 bidang pastroral prioritas yang sudah direkomendasikan oleh para uskup regio Sumatra dan ada satu tambahan tahun Devosional. Maka nanti ada empat prioritas tentang Devosional yang akan direnungkan di dekanat masing-masing, setiap dekanat dapat satu, nanti soal kaderisasi, laudatosi tentang merawat bumi, human trafiking bahwa martabat manusia harus dilindungi, pastoral digital bahwa OMK ada di dunia nyata sekaligus aktif di dunia maya. dan soal devosi dan liturgi supaya hati tetap nyambung sama Tuhan.
Sementara itu tema KYD adalah “ OMK Garam, Kuat Dalam Iman, Terang Bagi Dunia.” Garam itu bukan sekedar slogan, Bapa Uskup tegaskan selalu, garam dan terang itu identitas kita sebagai pengikut Kristus, maka kita diminta tahu sadar kita garam, artinya ayo kita beri rasa pada dunia. Garam mungkin kita tidak viral tapi kita harus sadar, kita viral, kita bisa positif maka hidup kita berdampak, itulah identitas garam, kita adalah terang. Kegelapan itu bukan musuhnya terang, karena kegelapan adalah tempat dimana terang dibutuhkan. Kegelapan dunia ini bukan musuh dari terang Kristus, tetapi dimana kegelapan itu menjadi tempat dimana Kristus terangnya harus kita bawa. OMK jangan jago hanya di sekitar altar, tapi bawalah terang dan garam, jadikanlah itu menjadi berkat untuk dunia nyata. Rumah OMK adalah Gereja Katolik, maka OMK bukan tamu, OMK bukan cadangan, OMK bukan tukang, OMK tidak diluar tetapi di dalam karena ada di dalam tubuh Gereja dan kita semua harus bilang pada diri sendiri “ Aku penting untuk Gereja.”
Ini bukan akhir perjalanan tapi baru mulai karena malam ini kita akan memulai perjalanan kisah cerita bersama teman-teman di Dekanat dan Paroki. Ini awal misi malam hari ini dan mulai hari ini ayo kita bareng-bareng melangkah bersama, kita berproses bersama, bertumbuh dan berbuah bersama, maka mari melangkah bersama menuju KYD 2026 di Paroki Baturaja Stasi Tegal Arum.
Pada kesempatan ini dilakukan Launching KYD 2026 dengan pembukaan selubung Salib KAPal Youth Day oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan peresmian Monumen Museum Salib IYD 2023 Palembang di Via Crucis Sukomoro.






