Menjadi Lansia Bahagia Adalah Perjuangan Kita Semua

September 21, 2025
Menjadi Lansia Bahagia  Adalah Perjuangan Kita Semua

Paus Fransiskus menginisiasi  Hari Kakek Nenek Sedunia dan Gereja Katolik memperingatinya setiap tanggal 27 Juli, tujuannya untuk mengenang, menghormati dan membangun solidaritas antara generasi muda dan lansia serta melawan kesepian yang sering dialami oleh orang tua. Hari Kakek Nenek Sedunia kelima tahun 2025, Bapa Suci Paus Leo XIV memberikan tema : Berbahagialah Mereka Yang tidak Kehilangan Harapan.  

Sebanyak 600 orang utusan anggota Komunitas Lansia Dekanat Palembang mengikuti peringatan Hari Kakek Nenek Nasional, Sabtu 20 September 2025 dalam Perayaan Ekaristi pukul 08.00 Wib yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono. Ada 10 Paroki yang mengirimkan utusannya, yaitu : Paroki Santa Maria Ratu Rosario,  Paroki Santo Stefanus, Paroki Santo Yoseph Palembang, Paroki Hati Kudus, Paroki Santo Petrus, Paroki Katedral Santa Maria, Paroki Sanfrades, Paroki Santo Paulus Plaju, Paroki Bunda Penolong Abadi Prabumulih dan Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut.

Dalam homilinya Mgr. Yuwono mengatakan, Bapa Suci Paus Leo IV meneguhkan kesenioran usia lanjut itu hendaknya dihidupi bukan dengan penyesalan atas masa lalu. Saya tetap berharap anda sekalian tak akan pernah bosan untuk menebar benih kasih baik, sabda Allah, kebijaksanaan dan kearifan yang anda hidupi menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kata dan perbuatan, santun lembut, menghidupkan, menyegarkan, membimbing kepada generasi muda untuk beriman dan berlaku hidup jujur, adil dan benar. Allah tidak memandang usia untuk mengikut sertakan manusia dalam karya keselamatannya dan Allah tidak pernah kurang cara untuk membantu manusia menabur benih kebaikan, menabur harapan sehingga kaum muda, orang-orang produktif, aktif tergugah, tersemangati, menjadi bergelora hidupnya karena keteladanan.

Melalui kata dan perbuatan kaum lansia di tahun Yubelium ini, tahun perziarahan, pengharapan yang kita rayakan semoga membantu kita menyadari bahwa pengharapan adalah sumber sukacita yang tak tergoyahkan. Orang yang mempunyai pengharapan, hidupnya disemangati, orang yang tidak punya pengharapan sudah mati sebelum nafasnya terakhir, hilang kehidupan Gereja dan dunia hanya dapat diterangi oleh kebijaksanaan yang dihidupi terus-menerus tanpa kenal lelah sehingga akan berbuah. Yubelium adalah masa ketika tatanan sosial diperbaiki, tahun rahmat Tuhan dimaklumkan yang berarti kita semua diharapkan hidup penuh sukacita karena mempunyai saudara dan saudari yang setara.

Di Keuskupan kita dalam tahun KBG orang tidak boleh sembunyi, tidak boleh mengasingkan diri atau mengasingkan orang lain dari komunitas kita. Kita bagian satu sama lain yang tak terpisahkan dan karena itu tak seorang pun boleh dianggap asing, semua orang saudara dan saudari kita yang tak boleh ada yang menderita dan luput dari perhatian. Kita memandang para lansia dalam semangat Yubelium yang dipanggil untuk terus membantu para lansia mengalami pembebasan karena sukacita ditebus. Maka menjadi orang merdeka menjadi penuh pengharapan akan bersatu dengan Allah yang adalah Bapa kita semua yang mencintai kita tanpa pamrih dan tanpa pilih kasih, tidak memandang latar belakang apapun juga kalau yang kita tabur tidak menghasilkan buah tetapi ambil bagian dalam karya Allah itulah yang diperhitungkan oleh Allah.

Mari kita jaga kesetiaan, jaga keimanan kita kepada Allah yang maha baik.  Bapa Suci Paus Fransiskus Almarhum mengatakan jangan takut akan masa depan bahkan kalau saatnya kita harus berhadapan dengan kematian tetapi kalau sudah dekat  dan berhadapan dengan kematian, janganlah takut, hidup kita sangat berharga di mata Allah, karena kita itu potret dirinya, gambar diri Allah.    Bapa Suci Paus Fransiskus dengan penuh iman memberikan peneguhan kepada kita seperti dia yakini akan menuju kepada Allah yang mencintai manusia. Kita pun akan ambil bagian dalam karya Allah itu, marilah memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang kita kasihi, kepada istri atau suami anda anak dan cucu anda sekalian.

Marilah kita terus mencerahkan diri, membuat mereka penuh harapan, karena kita tak pernah hidup dalam keputusasaan, kalau menghadapi kesulitan sekali lagi Allah tidak akan pernah kekurangan cara untuk menolong kita yang setia kepadaNya, tanda-tanda kasih yang hidup ini terus menerus, mari kita hidupi. Kita terus maju dengan keyakinan kepada Tuhan, semoga kita dipenuhi setiap hari melalui perjumpaan kita  dengan Allah dalam doa dan Misa Kudus. 

Marilah kita dengan penuh kasih mewariskan iman yang telah kita jalani selama bertahun-tahun kepada keluarga kita dan dalam perjumpaan kita sehari-hari dengan sesama, harta yang tak ternilai harganya adalah doa. Dalam doa tercermin kesetiaan kita kepada Allah sebagai anak-anaknya, semoga kita senantiasa memuji Allah atas kebaikannya, memupuk persatuan dengan orang-orang yang kita kasihi, membuka hati kita bagi mereka yang jauh dan khususnya bagi semua orang yang membutuhkan doa-doa kita.

Deken Dekanat Palembang, RD. Hygnus Gono Pratowo pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pastor Paroki yang sudah memediasi, memfasilitasi, mengkoordinasi sehingga acara  untuk Kakek Nenek Dekanat Palembang berjalan dengan baik dan terima kasih kepada Dewan Pastor Paroki dari masing-masing Paroki yang juga mendukung Perayaan ini. Profisiat untuk Kakek Nenek, selamat berbahagia pada hari ini, semangat untuk Anda sekalian dan Tuhan memberkati kita semua. 

Sementara itu RD. Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang mewakili Uskup Agung Palembang  mengatakan terima kasih antusiasme Bapak, Ibu sekalian untuk berkumpul bersama dalam rangka Perayaan Hari Kakek Nenek Sedekanat Palembang. Bapa uskup sudah memberikan pesan yang sangat mendalam untuk kita semua, menjadi lansia adalah pasti, tetapi menjadi lansia bahagia adalah perjuangan kita semua, terima kasih kepada Dekanat yang sudah berinisiatif mengadakan pertemuan lansia seperti ini yang pasti dirindukan, disenangi oleh semua lansia yang ada di wilayah dekanat ini. 

Bapa Uskup tentu terus mendorong agar kelompok-kelompok lansia di Paroki-Paroki tetap hidup menjadi wadah yang menyegarkan, karena salah satu syarat lansia bahagia adalah berani kumpul dengan teman-temannya yang seusia sesama lansia, merupakan kesempatan untuk bersharing, saling menemukan dan saling mendengarkan.  Di setiap Paroki itu ada wadah-wadah lansia dan di Dekanat ada wadah yang lebih luas yakni para lansia Dekanat, semoga kegiatan seperti ini tidak hanya satu kali tetapi tahun berikutnya masih bisa dilaksanakan lagi karena sangat bermanfaat untuk kita semua.

Rangkaian kegiatan Perayaan Hari Kakek Nenek Nasional 2025 Dekanat Palembang dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang. Acara disi dengan penampilan gerak dan lagu, drama singkat serta pemberian tali kasih bagi lansia yang berulang tahun ke 80 dan pembagian 8 tongkat bagi lansia yang membutuhkannya.

Leave a Reply


6 + 8 =