OMK KAPal Rayakan Hari Orang Muda Sedunia Ke 40

November 24, 2025
OMK KAPal Rayakan Hari Orang Muda Sedunia Ke 40

Keuskupan Agung Palembang melalui Komisi Kepemudaan merayakan peringatan Hari Anak Muda Sedunia ke 40 bersama dengan kurang lebih 500 Orang Muda Katolik (OMK) KAPal di Via Crucis Sukomoro. Kegiatan diawali dengan Ziarah Porta Santa, jalan salib bersama, Perayaan Ekaristi dan Launching Salib KAPal IYD 2026, Sabtu 22 November 2025. Dihadiri juga oleh Uskup Agung Palembang (Yohanes Harun Yuwono), Ketua Komisi Kepemudaan KAPal (RP. Hieronimus Indra Sepriandika, SCJ) dan Ketua Hari Orang Muda Sedunia (RP. Florentinus Suryanto, SCJ).

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menyampaikan pesan Bapa Suci Paus Leo XIV untuk orang muda di seluruh dunia yang pada hari ini merayakan Hari Orang Muda Sedunia,  Saya sungguh ingin berterima kasih kepada kalian, terima kasih untuk sukacita yang telah kalian pancarkan. Kalian orang-orang muda di seluruh penjuru dunia yang bersatu bersama dalam doa , itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk memperbaharui antusias iman dan membagikan pengharapan yang berkobar dalam hati kita. 

Mari kita pastikan bahwa perjumpaan Yubelium tidak berhenti pada sebuah momen terisolasi tetapi menjadi tanda bagi kalian masing-masing, sebuah langkah maju dalam kehidupan Kristiani dan sebuah penyemangat untuk terus memiliki keteguhan dalam memberikan kesaksian iman. Dinamika inilah yang menjadi pusat dari hati orang muda sedunia yang kita rayakan pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam 23 November 2025, dengan tema : Jika kalian bersaksilah karena kalian ada bersamaku (dari Yohanes 15.27). Dengan kuasa roh kudus melalui perziarahan pengharapan, kita mempersiapkan diri untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang berani, karenanya kita mulai dari sekarang sebuah perjalanan yang akan memandu kita sampai pada Internasional  World Youth Day di Seoul pada tahun 2027.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dua aspek dari kesaksian setiap  persahabatan kita dengan Yesus yaitu : kita terima dari Allah sebagai anugerah dan komitmen setiap orang dalam masyarakat sebagai pembawa damai.  Yang pertama, kesaksian Kristiani lahir dari persahabatan dengan Tuhan yang tersulit dan bangkit untuk keselamatan kita semua. Kita harus bersyukur kepada Tuhan bahwa diangkat menjadi sahabat-sahabatnya, kita dinaikkan dari derajat budak dosa kepada sahabat Kristus yang sederajat dan semartabat. 

Dari antara orang mati, kita semua juga akan hidup seperti Kristus, hidup bersama dengan Kristus, garansi itu 100% tak pernah bisa diragukan. Kristus mengangkat kita menjadi sahabat untuk mewartakan Dia dan mewartakan  artinya menjadi juru damai kemanapun dan kapanpun, tak pernah ada permusuhan di hati pengikut Kristus karena kita adalah juru damai.  Dari persahabatan dengan Kristus yang merupakan anugerah Roh Kudus, di dalam diri kita, lahirlah cara hidup yang bercirikan persaudaraan. Orang muda yang telah berjumpa dengan Kristus membawa kehangatan dan cita rasa persaudaraan kemanapun dia pergi dan siapapun yang dia temui. Ikatan kita dalam persaudaraan itu adalah tubuh dan darah Kristus, kemanapun kita pergi, ikatan darah dan daging itu tak pernah bisa dihapus oleh siapapun.

Dalam ikatan keluarga, darah dan daging orang tua, dalam kekristenan kita diikat oleh tubuh, daging, dan darah Kristus dan ikatan itu juga tak bisa dihapus oleh siapapun, sekali dipermandikan, maka permandian itu abadi. Kamu tetap orang Katolik, kemanapun, sampai dimanapun dan persaudaraan inilah yang diikat oleh tubuh dan darah Kristus yang mengalir dalam diri kita.  Kita menjadi juru damai, karena Kristus datang ke dunia bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan. Perdamaian itu harus kita wartakan kepada siapapun dan kepada orang dari latar belakang apapun dan kapanpun, mewartakan Kristus yang ada dalam hati kita dan yang mengangkat kita menjadi sahabatnya, tetapi juga bahkan saudara dan saudarinya  

Bapa Suci, Paus Leo mengatakan, di hadapan penderitaan dan harapan dunia, marilah kita memusatkan pandangan kita kepada Yesus. Menjelang wafatnya di Kayu Salib,  Ia mempercayakan perawan Maria kepada Yohanes sebagai Ibu dan Yohanes kepada Maria sebagai anaknya. Karunia kasih yang tak terhingga ini diperuntukkan bagi setiap murid, bagi kita semua. Karena itu saya mengundang kalian untuk menyambut ikatan suci ini dengan Maria, seorang Bunda yang penuh kasih sayang dan yang penuh pengertian, terutama melalui doa rosario dalam setiap situasi kehidupan. Kita akan mengalami bahwa kita tidak pernah sendirian melainkan selalu dikasihi, diampuni, dikuatkan oleh Allah dan jadilah saksi sukacita.

Seusai Perayaan Ekaristi Mgr. Yuwono memberkati Salib KAPal IYD 2026 dan memberkati bangunan Panti Werdha Sumarah yang ada di kawasan Via Crucis Sukomoro.

Leave a Reply


5 + 8 =